Selain AS dan Korsel, Australia Jadi Negara yang Paling Ketakutan Jadi Sasaran Rudal Korut





Uji coba rudal yang dilakukan rezim Kim Jong-un berhasil membuat negara barat cemas. Setidaknya, Amerika dan sekutunya seperti Korea Selatan dan Australia merasa terancam atas peluncuran rudal itu.

Pemerintah Australia bahkan mendukung tindakan militer terhadap Korea Utara (Korut) setelah negara itu melakukan uji coba rudal balistik terbaru. Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah negeri Kangguru itu.

"Australia mendukung langkah-langkah defensif yang sedang berjalan di wilayah yang merupakan respon yang diperlukan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh perilaku dan kebijakan Korea Utara," bunyi pernyataan itu.

"Eskalasi ketegangan regional sepenuhnya menjadi tanggung jawab rezim Korea Utara," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (29/7/2017).

Dalam pernyataan bersama Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Menteri Luar Negeri Julie Bishop dan Menteri Pertahanan Marise mendesak China untuk menggunakan pengaruhnya untuk "mencegah" tindakan tersebut agar tidak melanjutkan program rudal balistik dan rudal yang dilarang PBB.

Uji coba rudal balistik antar benua ini adalah yang kedua dilakukan Korut dalam waktu kurang dari sebulan. Pyongyang telah dihujani kritik oleh Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang karena telah melanggar resolusi PBB. Sementara China meminta agar semua pihak berhati-hati untuk mencegah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Sebelumnya, Presiden Korsel menginginkan agar sistem anti rudal THAAD tambahan dikirimkan ke negara itu. Namun China mengutuk langkah ini karena dianggap sebagai ancaman terhadap potensi militernya. Menteri Pertahanan Korsel juga berbicara tentang rencana untuk membawa aset strategis AS lainnya ke semenanjung tersebut. (snd)

Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.