Israel Terus Bunuhi Warga Palestina, Dunia Barat Bungkam, Amerika Diam, PBB Cuma Bisa Mengecam





Hingga detik ini, tidak ada tindakan konkret dari PBB untuk menghentikan aksi biadab Israel terhadap Palestina. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres bahkan cuma bisa mengatakan, bahwa dia sangat menyesalkan pembunuhan tiga orang Palestina yang dipicu amarah karena pembatasan Israel di kompleks masjid al-Aqsa di Jerusalem.

Salah satu korban tewas ditembak oleh seorang pemukim Israel.

Guterres mengutuk pembunuhan tersebut dan menyerukan penyelidikan, beberapa jam setelah demonstrasi massa oleh orang-orang Palestina di sekitar lokasi situs suci itu menjadi sangat mematikan seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (23/7/2017).

Dia mendesak para pemimpin Israel dan Palestina untuk menahan diri dari tindakan yang dapat terus meningkatkan situasi yang mudah berubah di Kota Tua Jerusalem. Ia mengatakan bahwa situs keagamaan harus menjadi ruang untuk refleksi, bukan kekerasan.

Mengutip Guterres, juru bicara wakil PBB Farhan Haq mengatakan bahwa organisasi tersebut memahami masalah keamanan yang sah. Namun di sisi lain penting bahwa status quo di lokasi tetap dipertahankan.

Pasukan keamanan Israel dengan represif menyerang demonstran, menembaki mereka dengan peluru, gas air mata dan peluru karet. Warga Palestina melakukan demonstrasi menentang tindakan pembatasan, yang mencakup pembatasan laki-laki Muslim di bawah usia 50 tahun dari tempat suci dan instalasi detektor logam.

Israel memperketat cengkeramannya di kompleks tersebut pada 14 Juli setelah dua petugas keamanan Israel tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh tiga warga Palestina, yang dibunuh oleh polisi Israel setelah terjadi kekerasan.

Terkait kebiadaban Israel itu, dunia barat cuma bisa bungkam. Bahkan Amerika yang dikenal sebagai negara penjunjung tinggi HAM pun tak banyak berbuat.
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.