Handuk dan Seprai dengan Bercak Misterius Disita dari Kamar Kasatlantas dan Istri Brigadir






Asmara terlarang antara oknum perwira yang menjabat sebagai Kasatlantas Polres Muarojambi dengan ibu bhayangkari Polda Sulawesi Tenggara terkuak.

Berawal dari penggerebekan yang dilakukan Propam Polda Sultra pada Senin, 24 Juli 2017 di sebuah kamar hotel di Kota Kendari, informasi tersebar luas di aplikasi chat dan jejaring sosial.

Selain foto yang menggambarkan penggerebekan beredar, ikut pula foto wajah cantik dari istri bintara tersebar.

Dilansir jpnn, pesan berantai tersebut menyebutkan oknum perwira polisi tersebut kedapatan bersama ibu bhayangkari inisial PWA yang merupakan istri dari polisi berpangkat Bripka di Polda Sultra.

Saat digerebek pasangan selingkuh tersebut sedang asyik bercumbu di atas sofa. Oknum Perwira H hanya menggunakan celana kolor sedangkan PWA memakai handuk tanpa celana.

Sebelum kejadian memalukan tersebut terbongkar, hubungan terlarang keduanya mulai tercium sekitar Maret 2017, Kabid Propam Polda Sultra AKBP Agoeng Adi Korniawan menerima informasi dari masyarakat tentang adanya perselingkuhan anggota Polri Polda Jambi dengan Ibu Bhayangkari Polda Sultra.

Setelah menerima informasi tersebut Kabid Propam Polda Sultra memerintahkan Kasubbid Paminal untuk melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut.

Sabtu 22 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 Wita, Kabid Propam kembali mendapatkan informasi tentang adanya kedatangan perwira H dari Provinsi Jambi ke Kota Kendari untuk bertemu dengan ibu bhayangkari.

Nah, Minggu sekira pukul 11.00 Wita, AKP HM tiba di Bandara Haluoleo Kota Kendari dan dijemput oleh perempuan PP kemudian menuju rumah makan. Setelah itu mereka hotel Same Kota Kendari dan menginap di kamar 527 lantai 2.

Anggota Subbid Paminal Bidpropam yang dipimpin Kabid Propam juga memesan kamar di Hotel Same tepat di samping kamar 527 tempat AKP HM menginap untuk melakukan peggerebekan. Namun sekira pukul 14.30 Wita wanita beranak dua yang menemani HM meninggalkan kamar 527 hotel Same menuju pulang ke rumahnya.

Kemudian, Senin 24 Juli 2017, sekira pukul 09.00 Wita anggota Subbid Paminal melakukan pengintaian kepada AKP HM yang sedang sarapan pagi di lobi hotel Same kemudian sekitar pukul 11.00 wita sang AKP masuk ke dalam kamar 527.

Pukul 12.30 wita AKP HM didatangi dua orang wanita, sekitar pukul 13.00 wita dua wanita tak dikenal tersebut keluar hotel bersama AKP HM. Lalu pukul 15.00 AKP HM kembali ke hotel Same bersama ibu bhayangkari Polda Sultra inisial PP dan masuk kedalam kamar 527.

Dari pengintaian itu, kemudian sekira pukul 15.30 wita anggota Subbid Paminal yang dipimpin langsung oleh Kabid Propam melakukan penggerebekan terhadap perkara dugaan perselingkuhan.

Pada saat dilakukan penggerebekan ditemukan Perwira H dengan Ibu Bhayangkari sedang bercumbu di atas kursi sofa dalam kamar hotel yang mana pada saat itu PWA menggunakan handuk tanpa menggunakan celana. Perwira H hanya mengenakan kolor.

Tindakan yang dilakukan atas penggerebekan itu, Perwira H dibekuk bersama dengan perempuan PWA.

Termasuk juga menyita barang bukti satu buah seprai putih, dua buah handuk warna putih dan lima buah handphone.

Polda Sultra yang coba dikonfirmasi Kendari Pos terkait penggerebekan pada tiarap.
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto berulangkali dihubungi melalui telepon selulernya hingga berita ini diunggah belum juga diangkat. Termasuk pesan yang dikirim juga tak dibalas.

Namun sumber di internal Polda Sultra membenarkan bahwa penggerebekan itu benar adanya.

“Ia memang ada penggerebekan dan informasinya A1. Jangan saya yang komentar silahkan tanyakan ke yang lain,“ ujar sumber resmi Kendari Pos di internal Polda Sultra yang minta namanya tidak dipublikasikan. (jpnn)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.