Dana Pramuka Dibekukan. Pengembangan Karakter Jutaan Anak Bangsa Terancam





Kementerian Pemuda dan Olah Raga kini tengah membekukan dana untuk Pramuka sebesar Rp 10 miliar. Hal itu dipicu pernyataan Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault yang mendukung khilafah di sebuah acara Hizbut Tahrir Indonesia. Pernyataan Adhyaksa itu telah diunggah dalam bentuk video di media sosial Youtube.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan, pihaknya sampai kini masih menunggu klarifikasi dari Adhyaksa Dault terkait pernyataannya di acara HTI itu. Klarifikasi yang dimaksud, katanya, adalah tentang pernyataan Adhyaksa yang dipandang imam mendukung khilafah dan mendukung HTI.

Pernyataan Adhyaksa di video yang diunggah di media sosial itu sebenarnya telah berlangsung lama, yakni pada acara HTI tahun 2013 silam. Meski demikian, kata Imam, hal itu tidak menjadi dasar bagi Kemenpora untuk memfasilitasi begitu saja kegiatan pramuka sebelum ada klarifikasi lebih lanjut dari Adhyaksa.

"Lembaga pramuka ini telah membentuk karakter pemuda, pelajar dan mahasiswa yang lebih baik. Tapi di sisi lain, memang ada persoalan terkait posisi Pak Adhyaksa sebagai ketua umumnya. Oleh karena itu, kami akan mengklarifikasi lebih lanjut," tuturnya seusai rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Senin, 24 Juli 2017.

Dia mengatakan, pada prinsipnya tidak boleh mengorbankan pramuka secara kelembagaan. Apalagi, katanya, saat ini pramuka tengah membutuhkan dana secara kelembagaan.

Salah satu kebutuhan dana itu adalah untuk penyelenggaraan Raimuna Nasional pada 14 Agustus 2017. Namun demikian, Imam menekankan, perlu ada sikap yang jelas terlebih dahulu dari individu yang ada di dalam pramuka mengenai masalah Pancasila ini.

Perlu diketahui, Pramuka saat ini merupakan ekstrakurikuler wajib bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Pramuka diyakini mampu mengembangkan karakter anak bangsa, dengan kegiatan yang diselenggarakan. (pr)

Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.