Tentara Myanmar yang Tewas Pernah Bertugas Dalam Operasi Militer Terhadap Muslim Rohingya di Rakhine





Militer Myanmar telah menemukan puing pesawat mereka di Laut Andaman bersama sejumlah jasad, pada Kamis (8/6/2017). Pesawat militer pembawa 122 orang itu hilang kontak sejak Rabu.

”Kami telah menemukan pesawat dan beberapa jasad pagi ini sekitar pukul 08.25 (waktu Yangon),” kata tim informasi militer melalui seorang juru bicara kepada AFP.

Puing-puing pesawat ditemukan di lepas pantai Launglon, kawasan Laut Andaman, di Myanmar selatan, oleh tim pencari angkatan laut.

Pesawat angkut Y-8-200F buatan China itu lenyap di laut pada Rabu dini hari setelah lepas landas dari kota pesisir Myeik dalam penerbangan militer mingguan.

Pesawat maut itu sedang menuju ke Yangon. Awalnya militer Myanmar menyebut jumlah orang di dalam pesawat sebanyak 120 orang. Namun, data itu telah diperbarui menjadi 122 orang, yakni 108 tentara dan anggota keluarganya serta 14 awak. Dari jumlah itu, 15 orang di antaranya adaah anak-anak.

Sembilan kapal angkatan laut, lima pesawat militer dan dua helikopter dikerahkan sejak dini hari tadi untuk mencari pesawat yang hilang. Selain itu, sekitar 500 orang, termasuk petugas medis dan petugas layanan darurat juga dikirim untuk membantu pencarian korban pesawat di kawasan pantai di dekat Kota Launglon.

Menurut militer, pesawat hilang kontak 29 menit setelah lepas landas saat terbang di ketinggian 18.000 kaki (5.485 meter) di atas laut, sekitar 43 mil (70 km) sebelah barat Kota Dawei.

"Mereka merupakan personil militer yang pernah bertugas di Rakhine beberapa waktu lalu. Saat kecelakaan, mereka tengah menyiapkan logistik untuk keperluan operasi rutin," kata pejabat militer itu.

Otoritas penerbangan sipil menegaskan Myanmar sedang mengalami musim penghujan. Namun, cuaca masih normal saat pesawat dinyatakan hilang. Jarak pandang saat pesawat lepas landas juga masih dinyatakan baik.

Pesawat buatan China itu dibeli pada Maret 2016 dan memiliki total 809 jam terbang. Pesawat itu membawa 2,4 ton logistik. (sumber)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.