Pesawat Myanmar yang Jatuh Masih Baru, Buatan China. Sri Lanka Operasikan 3. Semuanya Jatuh





Lebih dari 100 orang dinyatakan tewas setelah pesawat transportasi menengah Shaanxi Y-8 yang diproduksi oleh Shaanxi Aircraft Corporation milik Angkatan Bersenjata Myanmar kecelakaan disekitar Laut Andaman.

Menurut sumber di Kementerian Pertahanan Myanmar, mengkonfirmasi bahwa pesawat Shaanxi Y8F200W telah jatuh di Laut Andaman, dekat Dawei, seperti dilansir dari Defence Blog.

Pesawat Shaanxi Y8F200W milik Angkatan Udara Myanmar dengan nomor ekor 5820 telah hilang pada pukul 13:35 waktu setempat saat melakukan penerbangan dari Myeik ke Yangon, menurut keterangan militer negara tersebut. Sumber anonim dari bandara mengatakan 105 orang dan 11 awak berada dipesawat yang nahas itu.

Beberapa sumber yang lain melaporkan bahwa di pesawat tersebut ada 102 penumpang dan 6 orang awak.

Shaanxi Y-8 adalah pesawat angkut medium jarak menengah yang dirancang dan diproduksi oleh Shaanxi Aircraft Company, China. Y-8 digunakan untuk operasi militer dan komersial. Ini dapat digunakan untuk mengangkut tentara, menjatuhkan persediaan dan juga berfungsi sebagai ambulans udara.

Pesawat ini mampu beroperasi dalam segala kondisi cuaca, dapat lepas landas dan mendarat di lapangan terbang atau landasan pacu yang belum siap termasuk rumput, salju dan lumpur. Shaanxi Y8 dirancang untuk membawa 90 prajurit dan 5 orang kru serta 20 ton kargo.

Pada tahun 2016, Angkatan Udara Myanmar telah menerima pesawat angkut taktis Shaanxi Y8F200W baru dari China. Dua pesawat angkut taktis Y8F200W tiba di Bandara Mingaladon di Myanmar pada tanggal 19 Maret 2016.

Negara-negara yang menjadi operator pesawat Shaanxi Y-8 adalah China, Myanmar, Sudan, Pakistan, Tanzania dan Venezuela. Sri Lanka pernah mengoperasikan 3 unit pesawat Y-8 ini namun ketiganya telah mengalami kecelakaan. (jktgt)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.