Filipina Makin Mencekam. Serangan Udara Salah Sasaran. 11 Prajurit Pasukan Elitnya Tewas




Militer Filipina melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan 11 anggota militer terbaiknya tewas. Padahal, serangan udara itu ditujukan untuk militan ISIS yang menggunakan tameng manusia.

Menurut keterangan militer pada Kamis (1/6), serangan udara itu membuat jumlah korban tewas bertambah menjadi 171 orang sejak pertempuran pecah di Marawi pekan lalu. 

Insiden ini merusak klaim pemerintah sebelumnya yang mengaku sudah memegang kendali penuh atas Marawi.
“Ini sangat menyakitkan. Sangat disayangkan mengenai pasukan kami sendiri,” kaya Menteri Pertahanan Delfin Lorencana kepada wartawan di Manila pada Kamis (1/6). “Ini menyedihkan tapi kadang terjadi dalam kabur pertempuran.”

Lorenzana juga memperingatkan bahwa banyak anggota militan yang berhasil melarikan diri, meski Marawi sudah dikepung oleh pos pemeriksaan militer.

Ia mengatakan ada sekitar 500 militan sejak awal pertempuran dan hanya antara 50 dan 100 orang yang diyakini masih ada di Marawi. Menurut militer, sebanyak 120 militan tewas, sehingga masih ada sekitar 300 lebih orang yang diperkirakan menghilang atau berhasil keluar dari Marawi.

Tak hanya dari Filipina, Lorenzana menyebut para militan juga berasal dari Arab Saudi, Chechnya, Yaman, Malaysia dan Indonesia.


Sementara itu, juru bicara Komite Manajemen Krisis Provinsi Zia Alonto Adiong menyebut sekitar 2000 warga sipil masih terjebak di area yang dikuasai militan di Marawi. (cnn)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.