Blaarr… Pos TNI AL Terbakar. Satu Unit Kapal Rusak Berat




Bangunan kayu milik Pos TNI Angkatan laut (AL) KualaTungkal dan Polsek KP3 rata dilalap sijago merah. Beruntung tidak ada korban dalam musibah tersebut. 
Musibah kebakaran ini terjadi di Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Sabtu (3/6) kemarin. Kebakaran itu terjadi sekira pukul 07.30 WIB. 
Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui pasti sumber api. Iswardi, Kadis Damkar dan Penyelamatan Tanjabbar di lokasi kejadian mengatakan, dia menerjunkan 4 armada ke lokasi. 
“Setelah mendapatkan laporan kebakaran kami langsung menurunkan seluruh kekuatan yang ada dan dibantu instansi terkait. Sebanyak  4 mobil damkar kita turunkan. Lebih kurang 30 menit api sudah selesai kita padamkan. Berhubung air laut juga mudah kita dapatkan," ujarnya sebagaimana dilansir Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (4/6).
Informasi yang didapat di lapangan, api berasal dari kantor pos TNI AL yang kemudian merembet ke Polsek KP3. "Kerugian belum tahu. Yang jelas banyak peralatan AL habis. Tadi saya lihat ada sepucuk senjata ralas panjang yang terbakar," paparnya.
Selain dua bangunan yang terbakar, ada sebuah speedboat milik KPLP Kualatungkal yang juga ikut terbakar. Pasalnya posisi speedboat bersandar dekat dengan lokasi kebakaran.
"Ada 2 kantor yang terbakar, satu boat terbakar. Kita belum tahu asal api darimana, masih diselidiki polisi," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Tanjabbar, AKBP Alfonso Doly Gelbert Sinaga, SIK yang datang ke lokasi kejadian mengatakan akan menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya akan mencari tahu asal muasal api.
"Kita akan lakukan olah TKP dulu, api berasal dari mitra kami di kantor sebelah. Karena bangunan terbuat dari kayu api cepaat merambat, setelah itu nanti baru bisa kita tafsirkan berapa kerugian yang dialami," ujarnya.
Dilain pihak, Kepala Kantor KSOP Kualatungkal, Prayitno SH mengaku memang pihaknya juga terkena imbas musibah kebakaran ini. Kapal cepat milik mereka yang berharga sekitar Rp 450 juta ikut terbakar.
"Kapal kita sudah tidak bisa dipakai. Kondisinya rusak berat. Tadi pas kejadian tidak bisa diselamatkan karena air surut, jadi Boat kita tinggal 1 unit. Tadi damkar mengevakuasi boat yang satunya untuk tidak terbakar semuanya. Kita juga sudah lapor ke Dirjenhutla," pungkasnya.  (jawapos)


Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.