Akan Diperkuat Minimal 10 Unit Sukhoi Su-35, Negara Tetangga Iri dan Was-was





Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengupayakan bisa membeli pesawat tempur Su-35 sebanyak 10 pesawat atau lebih. “Kemarin kan dananya untuk 8 pesawat, saya akan coba bisa 10. Kalau bisa 11 (pesawat Sukhoi),” ujar Ryamizard, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, dilansir Metrotvnews.com, 22/6/2017.

Ditanya tentang waktu kedatangan pesawat, Ryamizard meminta semua pihak bersabar, karena proses mendatangkan pesawat terbilang rumit, apalagi yang baru.

Kesepakatan Kontrak

Sebelumnya pada 6/6/2017, Rusia telah menyepakati kontrak dengan Indonesia untuk memasok pesawat tempur Su-35, ujar Victor Kládov, direktur Kerjasama Internasional perusahaan negara Rostec (Rusia Technologies).

Kontrak sudah disepakati,” katanya pada konferensi pers, yang dilansir Sputniknews.com, 6/6/2017.

Kládov mengatakan, kedua negara sedang mempertimbangkan memasok pesawat di bawah perjanjian perdagangan timbal balik: misalnya, Rusia bisa mendapat pasokan karet Indonesia dan kelapa sawit.

Untuk semua fitur-fiturnya, pesawat tempur Su-35 menggunakan pendekatan generasi kelima: kecuali teknologi tak terlihat (stealth) dan antena radar fase aktif, pesawat tempur Rusia ini memenuhi sebagian persyaratan pesawat generasi kelima.

Menurut beberapa ahli, Su-35 bisa menjadi saingan kuat untuk F-15, Eurofighter dan Rafale.

Jet tempur Su-35 dapat melakukan penerbangan sekitar 2.500 km / jam, dan mampu membawa kargo militer yang cukup besar hingga 8 ton bom serta rudal. Fasilitas ini memungkinkan Su-35 untuk menyerang tanpa memasuki zona visibilitas langsung.

Kemampuan manuver yang tinggi dari pesawat Su-35  dan peralatan perang elektroniknya, akan membantu menghindari senjata anti-pesawat dan anti-rudal pertahanan musuh.
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.