Injak-ijak Harga Diri Turki, Polisi Amerika Roboh Dihajar Pengawal Erdogan. 11 Luka Parah






Amerika Serikat (AS) begitu marah atas aksi kekerasan yang terjadi di luar kediaman Duta Besar Turki di Washington DC, saat kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Korban luka akibat bentrokan itu bertambah menjadi 11 orang, dengan dua orang lainnya ditangkap terkait penyerangan. 

dilaporkan, bentrokan terjadi di luar Kedubes Turki. Kantor Kedubes maupun kediaman Dubes Turki itu letaknya tidak jauh dari Gedung Putih. Erdogan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa (16/5) waktu setempat. Usai pertemuan itu, Erdogan berada di dalam kediaman Dubes Turki.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (18/5/2017), bentrokan ini pecah saat polisi AS membiarkan saat demonstran anti-Erdogan. pada Selasa (16/5) waktu setempat.
Merasa harga diri Turki diinjak-injak oleh para demonstran, beberapa pengawal Erdogan memukul peserta aksi, termasuk polisi yang mengawalnya. 
"Kami menyampaikan kekhawatiran kami terhadap pemerintah Turki dalam bentuk paling keras," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, dalam pernyataannya. 

Sebuah video yang diposting online menunjukkan sejumlah pria berbadan tegap yang mengenakan setelan jas lengkap, mengejar polisi dan demonstran anti-Erdogan dan memukuli serta menendang mereka. Tujuh pria terlihat berlumuran darah di bagian kepala dan wajah. 
Kepala Kepolisian Washington DC menyebutnya sebagai 'serangan brutal' terhadap para demonstran yang damai. Sedikitnya 11 orang, termasuk satu personel kepolisian Washington DC, luka-luka dalam bentrokan itu. 


Kepala Kepolisian Washington DC, Peter Newsham, menyatakan kepolisian telah mendapatkan identitas para pelaku penyerangan dalam insiden itu. Kepolisian menyelidiki insiden ini bersama Secret Service dan Departemen Luar Negeri AS.

Selain Deplu AS, para anggota parlemen AS juga beramai-ramai mengecam serangan oleh pengawal Erdogan itu. Ketua Komisi Urusan Luar Negeri DPR (House of Representatives), Ed Royce dari Partai Republik menyerukan Jaksa Agung Jeff Sessions dan Menlu Rex Tillerson untuk mengadili pelaku yang bertanggung jawab dalam serangan itu. 

Wali Kota Washington DC Muriel Bowser dan lima Senator Republikan, termasuk Senator Arizona John McCain dan Senator Florida Marco Rubio, juga mengecam keras serangan itu. 
Silahkan KLIK LIKE :




1 komentar:

  1. Amerika menjadi biang keirok.kebelakangan ini.dimerata dunia mejadi kacau balau,akibat di adu domba oleh mereka,hampir diseluruh negara islam.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.