Geger! Preman Ini Gemetar, Pengamen yang Dipalak Ternyata Anggota Kopassus. Ini Videonya






Inilah Surip, sosok pengamen yang biasanya mengais receh di Pasar Palasari. Namun tak banyak yang tahu ternyata pemeran pengamen itu adalah anggota TNI AD. Bahkan dia bukan tentara biasa. Pria bernama asli Priyono itu adalah anggota pasukan elite Kopassus. 

Setiap pagi jam 04.30, Priyono sudah siap di lapangan untuk membina fisik para siswa yang sekolah di Sesko TNI. 

Dilanjutkan senam, lari 3.200 meter, dan pelemasan. Prajurit Kopassus berpangkat Bintara ini memang bertugas membina jasmani siswa-siswanya sejak tahun 2006.

’’Tapi olah fisiknya juga nggak sembarangan. Perlu prosedur khusus untuk keselamatan peserta ,’’ kata Priyo—sapaan akrabnya.
Pria asal Cilacap, Jawa Tengah ini mengaku, keterlibatannya di sinetron Preman Pensiun 2 murni melalui proses casting. Saat itu, sang sutradara, Aris Nugraha, meminta Priyo berperan sebagai Surip, pengamen pasar. Tanpa ragu, Priyo menerima tawaran itu.

’’Biasanya sore itu waktu untuk saya syuting. Jam 4 atau jam 5 sore,’’ sebut ayah satu anak ini. 

Pengamen di Preman Pensiun itu Gantikan Baret Merah dengan Topi Merah dan Gitar


PRIYO yang memerankan Surip, pengamen pasar bertopi merah di sinetron Preman Pensiun 2 tak pernah menyangka dirinya bisa bermain di dunia entertainmen. Bagaimana tidak, pria 45 tahun itu ternyata adalah seorang anggota TNI AD dan tergabung dengan pasukan elite Kopassus. 

Tentara yang sehari-hari bertugas di Sesko TNI Jalan Martanegara, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung itu mengaku kerap mendapatkan panggilan syuting mendadak. Karena itu dia harus selalu siap menjalani syuting.

Priyo mengaku, agar tak ribet, dirinya menyimpan properti untuk syuting di dalam mobilnya dan selalu di bawa kemana-mana. Seperti, topi merah, gitar, anting magnet, dan baju urakan khas pengamen. Ibaratnya, saat menjalani syuting dia harus mengganti baret merahnya dengan topi merahnya.

’’Kalau ibarat cewek, tas make-up gitu lah,’’ sambungnya seraya tersenyum.

Pria asal Cilacap, Jawa Tengah ini mengaku, keterlibatannya di sinetron Preman Pensiun 2 murni melalui proses casting. Saat itu, sang sutradara, Aris Nugraha, meminta Priyo berperan sebagai Surip, pengamen pasar. Tanpa ragu, Priyo menerima tawaran itu.

Namun, dia sempat merasa kesulitan di scene awal. Saat itu, dia diharuskan mengekspresikan rasa takut kepada preman yang menjaga pasar. Karena Priyo seorang prajurit Kopassus yang tak kenal rasa takut, scene tersebut gagal. Di situ sang sutradara meminta take ulang. 
’’Saya nggak takut siapa-siapa kecuali Allah SWT. Makanya waktu itu saya ekspresi takutnya nggak ada. Tapi saya minta waktu sebentar ke sutradara untuk menyesuaikan diri, akhirnya bisa,’’ ceritanya

Ketika Kopassus Jadi Pengamen Pasar di Sinetron Preman Pensiun, Gemetaran Deh

PRIYO bukan tentara biasa. Bintara 45 tahun yang sehari-hari bertugas di Sesko TNI Bandung itu ternyata juga jago beradu akting dalam sinetron kocak Preman Pensiun 2. Kesehariannya anggota pasukan elite Kopassus itu berpenampilan gagah dengan balutan pakaian dinas loreng. Tapi, dalam sinetron ini Priyo berperan sebagai Surip, sang pengamen pasar yang selalu mengalah kepada preman penguasa pasar. 

Mungkin banyak orang yang tak pernah membayangkan bagaimana jika seorang Kopassus menjadi pengamen. Nah, kepada Bandung Ekspres (JPNN Group), Priyo mengatakan saat proses syuting di Pasar Palasari Bandung, banyak hal lucu yang dialaminya.

Salah satunya adalah saat adegan Surip ditarik dari pasar. Akting preman-preman yang menariknya (Joni dan Iwan) tidak maksimal. Sebenarnya, preman-preman itu gemetar saat menarik surip keluar pasar.

Mereka ragu-ragu menarik badan Priyo, karena dia seorang tentara. Bahkan, usai syuting kedua pemeran preman pasar itu minta maaf kepada Priyo. 


Tetapi Priyo tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, setiap tindakan harus profesional, terutama dalam berakting. ’’Apalagi saya nggak ada basic akting. Nah, di sinetron ini saya belajar banyak,’’ ucap pria yang juga hobi menyanyi ini.

Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.