China-Taiwan Rebutan Naturalisasi Ahok. Rakyat Taipe Sampai Turun ke Jalan






China dan Taiwan ikut bereaksi atas dipidanakannya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama. Dua negara yang berseteru itu dikabarkan berniat memanggil pulang Ahok, untuk menjadi pejabat di negaranya.
Sikap itu ditegaskan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Dengan nada kecewa, ia berkeinginan keras memulangkan Ahok untuk mengabdi kepada tanah leluhurnya.
“Kami punya putra terbaik yang disia-siakan Indonesia. Kalau mereka tak peduli lagi, kami akan bantu selesaikan masalahnya, dan memanggilanya pulang,” kata Wang Yi, seperti dilansir CCTV.
Keinginan yang sama juga disampaikan pejabat Taiwan. Feng Shih Kuan, dengan percaya diri mengatakan bahwa, China memang berambisius merekrut orang-orang terbaik untuk menjalankan misi besarnya.
Menurutnya, jika Ahok tidak cocok menjadi pejabat publik di Jakarta, mereka akan senang hati menerimanya.
Tak hanya pejabat Taiwan, sekelompok masyarakat di Taipe juga menyuarakan yang sama. Seperti yang terjadi di areal depan stasiun utama metro Taipe (Taipei Main Station), di Kota Taipe, Taiwan, Minggu (14/5/2017) malam. Mereka menggelar aksi damai untuk Basuki Tjahaja Purnama.

Terlihat juga bendera merah putih berkibar-kibar di tengah padatnya peserta aksi.
China dan Taiwan memang sedang dirundung masalah kedaulatan. China tak ingin melihat Taiwan menjadi negara yang merdeka. (bbs/cctv/afp)


Silahkan KLIK LIKE :




2 komentar:

  1. Horeee🙋🙋🙋Asssiikk!! Cepetan ya om, cepetan gih bawa pergi dari Indonesia.. bikin repot banget satu orang itu..

    BalasHapus
  2. Kalau gue mau balik, ada channel gak? Seperti kerja jadi TKI dulu, hanya saja yang ini permanen.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.