Ahok Dipenjara, Myanmar Pertimbangkan Bawa RI ke Mahkamah Internasional. Brunei dan Malaysia Menolak






Pejuang demokrasi Myanmar, Aung San Syuu ki, menyatakan bahwa hukuman terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan tindakan tak terpuji dan mencemari azas keadilan.

Ia lantas mengajak negara-negara di kawasan ASEAN untuk menekan Indonesia terhadap hal ini. Dengan meminta pemerintah Indonesia untuk merevisi, atau bahkan mencabut undang-undang (UU) penistaan agama.

"Putusan ini menunjukkan ketidakadilan yang melekat pada hukum penghujatan di Indonesia, yang harus segera dicabut," kata Syuu Ki, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di laman resmi Myanmar beberapa waktu lalu.


Baca Juga:
Medianya Hina dan Ancam Indonesia, Muslim Eropa Skak Mat Belanda: "Mujahid kami bisa tenggelamkan Amsterdam" 
http://www.rakyatsejagad.com/2017/05/hina-dan-ancam-indonesia-muslim-eropa.html
 

"Meskipun protes atas ketidakbersalahan dan bukti bahwa kata-katanya dimanipulasi untuk tujuan politik, dia telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Putusan tersebut akan merusak reputasi Indonesia sebagai negara yang toleran," sambungnya.


Baca Juga:
Gara-gara Ahok PBB Terbelah? Belanda Ngotot Menolak, Timur Tengah Mendukung Ahok Dipenjara 
http://www.rakyatsejagad.com/2017/05/gara-gara-ahok-pbb-terbelah-uni-eropa.html?m=1

"Putusan tersebut sangat membingungkan, tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi seluruh kawasan ASEAN. Keputusan ini menempatkan posisi tersebut dalam bahaya dan menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan Indonesia sebagai masyarakat yang terbuka, toleran, dan beragam," katanya lagi.

Syuu Ki, bahkan, mempertimbangkan akan membawa masalah ini ke Pengadilan Internasional. Menyikapi itu, Malaysia dan Brunei Darussalam turut berkomentar.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah bahkan menanggapi pernyataan Myanmar dengan penuh amarah.

"Mereka munafik kelas berat yang buta mata dan hatinya. Bagaimana mereka mengecam Indonesia dengan begitu dahsyat sementara ribuan nyawa etnis Rohingya melayang sia-sia," kecam Sultan Brunei


Baca Juga:
China-Taiwan Rebutan Ingin Naturalisasi Ahok, Rakyat Taipe Sampai Turun ke Jalan 
http://www.rakyatsejagad.com/2017/05/china-taiwan-rebutan-naturalisasi-ahok.html
 

Sultan Brunei juga menjadi salah satu tokoh yang dibenci media barat setelah menerapkan Undang-Undang Islam di kerajaanya. Bahkan media dari Australia pernah memfitnah habis-habisan Sultan Brunei sebagai maniak seks yang otoriter setelah melarang kaum LGBT tinggal di Brunei.

“Dalam negara saya, kami mempraktikkan kemelayuan, Islamik, sistem Monarki dan kami akan mula mengamalkan Undang-undang Islam, Undang-undang Syariah. Islam berada di dalam Perlembagaan kami, identiti negara kami, hak kami, aturan cara hidup kami," lanjut Sultan Brunei.

“Saat kamu mendengar bahawa Islam dan Muslim membuat pendirian dan meneguhkan kepercayaan mereka, kamu menghakimi, kamu memboikot, kamu katakan ianya salah, ianya bodoh, ianya kejam. Sekali lagi, pergilah kepada kebimbangan yang kamu patut tumpukan pada yang telah saya beritahu sebelum ini," akhir Sultan Brunei menanggapi serbuan kecaman negara asing yang selalu mengintervensi kebijakan negara-negara Islam. (sumber)
Silahkan KLIK LIKE :




37 komentar:

  1. Ni nenek lampir salah satu Musuh utama Islam

    BalasHapus
  2. Iblis wedok nggacor #Cocotenjalokdisogrokgenimowo

    BalasHapus
  3. LANGKAHI MAYAT KAMI KALO MAU OBRAK ABRIK INDONESIA, PENGADILAN INTERNASIONAL GAK GARUH BUAT KAMI #siapmatisyahiddemiagamadannegarakami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yulian Musli, saya cuma mau membuka sebelah mata anda saja , nggak perlu dua duanya. Jangankan mati syahid , untuk datang tepat waktu saja tidak bisa, diajak kerja bakti susahnya bukan main, kedisiplinan sangat rendah...... terus SIAP MATI SYAHID ???? BULL SHIT !!!!

      Hapus
    2. Sy alumni poso,didalam islam itu jiwa jihad sudah tertanam sejak lahir,islam di hina jiwa jihad akan keluar,gimanapun penakut seseorang pasti akan berani klu islam dihina,,,klu anda memahami islam pasti anda akan mengerti..jika anda islam udh sholat apa blum...?

      Hapus
  4. Pulangkan Dubes Myanmar....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Myanmar juga gak butuh Indonesia, mereka butuh China , jepang, Taiwan, Korea , Uni Eropa , Afrika. Karena hubungan ekonominya yang saling menguntungkan. Lha kalau dengan indonesia , produk myanmar apa yang bisa dijual ???

      Hapus
    2. El shadai indonesia juga ga butuh lo..klu bukan orang indonesia jangan berkomentar...

      Hapus
  5. Tegakkn keadilan di indonesia, jgn hukum asap yg memedihkn mata, tp padamkn api penyebab asap.

    BalasHapus
  6. Keputusan majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Utara yang memihak pada tekanan massa GNPF-MUI, FPI, HTI dan FUI dengan vonis penjara 2 tahun kepada Ahok, sangat berpotensi memecah-belah Indonesia, khususnya Indonesia Timur.
    Jika pengadilan tinggi nanti tidak mengabulkan permintaan penangguhan penahanan Ahok dan akhirnya nanti memperkuat vonis 2 tahun penjara Ahok, maka Sulawesi Utara, Papua, Bali maupun NTT bisa saja tinggal menunggu waktu lepas dari RI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih, pendukung ahok yg ngaku NKRI harga mati malah ngancem lepas dari NKRI. GOBLOK BACOT SAMA SIKAP GA SINKRON

      Hapus
    2. Emang iya bacot sama sikap ga sinkron...yg sinkron tuh BACOT AMA PENTONG NYA...HAHAHA

      Hapus
    3. Indonesia itu gk selemah itu bro... Semakin besar gelombang semakin kuat indonesi, segelintir yg mendewakan 1 orang tdk akan memecah NKRI

      Hapus
    4. Komen ga pakai otak lo ...kayak gini biang keroknya nkri dibuat senjata ..otak lo ni perlu dicuci pakai sabun

      Hapus
    5. Wuuuiiihhh ada penyusup ya...auuuuhhh takuuut.
      Kalo koment jok asal bacot kayak yg sdh kena putusan pengadilan ituuuuh.
      Yg memecah NKRI sapa coba????
      Ya BChox bukan BCL lhoooo yaaa

      Hapus
  7. Cabut ke anggotaan myanmarm jd negara asean dan nggak usah ada dubes myanmark di indondsia.
    Bcr keadilan org muslim kalian bunuh hidup hidup biadab

    BalasHapus
  8. Thank you for Mrs. Aung concern. We respect Myanmar . Could you do me a favor, please, do not Interfere Indonesia. Because Indonesian Givernment knew exactly how to cope their problem . And the other hand, His case is still going on process not finish yet.

    BalasHapus
  9. Bravo, bawa ke mahkamah International biar netral

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg musti d bawa k mahkamah internasional itu justru myanmar bro... Pemerintahnya yg dengan santai membatai etnis rohyngia... Itu namanya maling teriak maling

      Hapus
  10. Tahu apa dia, ohoker itu tukah fitnah internasional, mereka memberitakan yang tidak sesuai dengan kenyataan, saya yakin meteka membuat berita fotnah ke luar negri.

    BalasHapus
  11. Tahu apa dia, ohoker itu tukah fitnah internasional, mereka memberitakan yang tidak sesuai dengan kenyataan, saya yakin meteka membuat berita fotnah ke luar negri.

    BalasHapus
  12. Ayo kaum muslimin mari kita bersatu tegakan islam.

    BalasHapus
  13. Ni nenek tua bau tanah nyemenk aja ...entar di akhirat pengen liat dia disiksa di neraka kayak apa

    BalasHapus
  14. Yg komentar tlng pahami dulu apa itu toleransi..apa itu keadilan..apa itu bhineka...apanya yang di langgar..jgn fanatisme buta gitu...klo kepala Lo di injak apa harus toleran??klo yg salah gx dihukum apa itu keadilan...kali menghinakan golongan(agama)apa itu yg bhineka...tolong pikir dulu baru komentar...

    BalasHapus
  15. Indonesia adalah negara hukum,yg bersalah hrs dihukum,krn itu klu hukuman sdh dijatuhkn atas seseorg hrs diterima dg lapang dada,krn itu jgn bertindak dan berbicara yg melanggar hukum ,negara lain jgn campur tangan ini negara kami ,indonesia yg memperoleh kemerdekaan dari cucuran darah pejuang2 indonesia,khususnya muslim,negara lain hanya mengambl keuntungan dari kondisi tsb,km siap bela negara,bersatulah indonesiaku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget...Negara lain cuman bisa berkicau.
      Negara kami punya UU sdri yg sdh ditetapkan.
      Kalian ngotot-Kami siap membentengi NKRI-jangan rusak kerukunan kami.

      Hapus
  16. Indonesia adalah negara hukum,yg bersalah hrs dihukum,krn itu klu hukuman sdh dijatuhkn atas seseorg hrs diterima dg lapang dada,krn itu jgn bertindak dan berbicara yg melanggar hukum ,negara lain jgn campur tangan ini negara kami ,indonesia yg memperoleh kemerdekaan dari cucuran darah pejuang2 indonesia,khususnya muslim,negara lain hanya mengambl keuntungan dari kondisi tsb,km siap bela negara,bersatulah indonesiaku

    BalasHapus
  17. Ngapain myanmar sok suci kekejaman myanmar terhadap Muslim Rohingya sangat sadis tapi PBB bungkam seribu bahasa yah namanya juga Perserikatan Bangsa Bangsa biadab
    Di penjara pun muslim yang sudah kakek-kakek disiksa hingga mati.
    Kekejaman itu menunjukkan kerasnya permusuhan mereka terhadap Islam. Demikian pula orang-orang yang mengaku Islam namun kemungkinan munafik, walau menjadi pemimpin atau tokoh, baik pemerintahan maupun ormas, maka bungkam dan pura-pura tidak tahu. Sebaliknya, kalau ada orang kafir yng kesenggol, maka buru-buru mereka berteriak keras dan bahkan pontang-panting untuk menuduh Umat Islam.
    Itulah yang tergolong dalam firma Allh Ta’ala:
    {لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا} [المائدة: 82]
    “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maaidah: 82)

    BalasHapus
  18. agama apapun yg ada di bumi ini klo kitab suci dan tuhan mereka dihina pasti akan marah dan akan menuntut keadilan, jd wajar saja klo mreka yang yang menistakan agama pasti akan dihukum, kita tidak usah terpancing dengan omongan ataupun kecaman dari negara luar,, ini negara kita indonesia punya aturan dan hukum sendiri jd negara luar tidak usah ikut campur urusan negara ini,

    BalasHapus
  19. NKRI semangkin di guncang semangkin kuat MERDEKA MERDEKA MERDEKA

    BalasHapus
  20. fokus ke kedamaian z.kita ini semua manusia,tidak bisa memilih lahir di agama apa,etnis apa,kt jg tak bisa pilih kt harus jadi siapa seadainya kita mao.jadi semua kembali ke diri sendiri,jika mau indonesia ttp damai,patuhilah pancasila,hormati presiden kita.sekian dan terimakasih.

    BalasHapus
  21. kalopun dibawa ke mahkamah international, biarin aja, kita buat persoalan mengenai intervensi asing tentang kebijakan dalam negri indonesia, sekalian kita usut juga biksu2 yang sangat jelas radikalnya, kita ?? IYA, gw lo dan semua yang mengaku warga indonesia, gw lo dan semua yang ga suka intervensi asing dalam kebijakan yg sudah ditetapkan. Jangan lupa intervensi asing justru menghancurkan bangsa, contohnya timor leste lepas begitu saja karena di kompori australia dgn mudah. Warga yang mengaku indonesia tapi mendukung intervensi asing sepantasnya ditangkap.

    BalasHapus
  22. Aung Sun Kiy, kamu adalah Pemimpin Kafir yang Benci Islam dan Pemeluk Islam, kamu BUTA Blind dan KEJAM SARCHASME THD MUSLIM ROHINGYA SAUDARA KAMI UMAT ISLAM DUNIA, SEMOGA TUHAN ALLAH SWT SEGERA MENGINGATKAN kamu Dengan AZAB DAN HUKUMAN, Aamiin

    BalasHapus
  23. Aung shan shuu Kiy Pimpinan ADULT yg Euforia setelah bebas dari Penjara dan PIKUN, dia manusia yang LUPA DIRI / GILA, Ahok hanya di hukum / tidak di bunuh sesuai dengan HUKUM INDONESIA karena terbukti Menghina AL-QURAN sebagai KITA SUCI ORANG ISLAM. Sementara dia si pikun ssuu kiy ini membiyarkan Manusia (MUSLIM yg beda Agama sama si pikun) di biarkan dengan berpura pura tidak tahu seperti orang buta, Masuklah ke NERAKA YANG KAMU GALI SENDIRI jika kamu tidak bertobat, aamiin

    BalasHapus
  24. Ini penduukung ahok sebelum vonis hakim akan menerima apapun keputusan hakim eh ternyata setelah ahok di vonis 2 tahun malah ga terima,trus pingin merdeka,mana triakannya pendukung ahok cinta NKRI...maling triak maling..apapun alasanya ahok sudah di vonis bersalah..legowolah ada menang ada yg kalah

    BalasHapus
  25. Keberanian Asing mengintervensi Kebijakan Nasional Indonesia, mengindikasikan kewibawaan pemerintah yang menurun di mata Internasional.

    BalasHapus
  26. Emgnya negara nenek lo ini, bila Lo urusin, budhis nyammar mari kau kalo brani...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.