Aceh Hukum Cambuk Pasangan Gay, Komunitas LGBT Belanda Marah Besar: “Beri mereka hak, atau anda kami invasi.”






Pelaksanaan hukuman cambuk bagi dua terpidana hubungan sesama jenis (gay) atau liwath yang dilaksanakan di halaman Masjid Syuhada, Gampong (Desa) Lamagugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh ternyata menjadi perhatian serius komunitas gay di Belanda.
Mereka langsung mengeluarkan sikap begitu mendengar keduanya dihukum cambuk di muka umum sebanyak 85 kali.
"ini adalah hak azasi setiap orang. Mereka berhak atas kenikmatan,” kata Ruud Bleecker, salah satu anggota komunitas gay, seperti dilansir ANP.
“Aceh sedang melenceng semakin jauh ke dalam pandangan sexfobik. Harusnya mereka diberi kebabasan, sama seperti kami memberi kemerdekaan kepada mereka ratusan tahun yang lalu,” ujar Ruud.

Seperti diketahui, eksekusi  itu berlangsung, Selasa (23/5/2017) siang. Dan disaksikan oleh masyarakat sekitar. Sejumlah Algojo eksekutor cambuk disiapkan untuk menghukum para terpidana.

Keduanya terpidana yakni MT (23) dan MH (20) dipanggil secara bergiliran ke atas panggung. Menurut vonis hakim pekan lalu, mereka akan dihukum cambuk sebanyak 85 kali dikurangi masa tahanan sebanyak 3 kali. Sehingga menerima 82 kali sabetan.

Belanda merupakan negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada Desember 2000. Parlemen Belanda akhirnya mengatur undang-undang yang memberikan pasangan sesama jenis hak untuk menikah, bercerai dan mengadopsi anak.
Undang-undang perkawinan tersebut disaatukan dengan perkawinan sipil sebelumnya yang berbunyi, "Perkawinan  dapat dilakukan oleh dua orang yang berbeda atau jenis kelamin yang sama".
Tak hanya itu, komunitas gay di Belanda juga menyoroti tentang penggerebekan sebuah Gym di Jakarta. Di mana terdapat 144 laki-laki gay yang sedang melakukan pesta sex. (ANP/Reuters)
Silahkan KLIK LIKE :




6 komentar:

  1. Lanjutkan acehku jangan gentar sma gertakan anjing

    BalasHapus
  2. Amit amit ulah saturut turutna......

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.