Tiga Agennya Dieksekusi Mati, PM Israel Marah Besar dan Janji Akan Serang Gaza






Kabar mengenai vonis mati terhadap agen Israel oleh pemerintah Palestina di Gaza, membuat Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, marah besar.

Lieberman langsung menghubungi perwakilan PBB untuk Timur Tengah, Nicholay Mladinov dan menuntut bahwa kebijakan tersebut melanggar HAM.

Seperti dilansir Radio Ibrani, belum lama ini, Lieberman berdalih bahwa vonis mati di Gaza tidak berlaku bagi pengungsi Palestina yang berada di Kamp Hulwah di Libanon. Lieberman akan melanjutkan kasus ini dan melaporkan ke sidang Dewan Keamanan PBB dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Kementrian Dalam Negeri Palestina di Gaza memvonis mati tiga orang agen Israel yang terbukti melakukan spionase untuk kepentingan Israel di Jalur Gaza. Namun, sebelum keputusan tersebut dihasilkan, pihak Palestina telah melakukan proses investigasi pasca terbunuhnya Mazin Fuqaha’.

Sementara itu, seorang wanita Israel tewas setelah ditikam oleh seorang warga Palestina di Tepi Barat. Kejadian mengenaskan ini terjadi di halte kereta api dalam kota di al-Quds, Tepi Barat.

Stasiun TV 10 menyebutkan, pelaku aksi telah diamankan pihak kepolisian. Tersangka berasal dari distrik Ra’s al-Amud Tepi Barat dan berumur sekitar 57 tahun. Salah seorang polisi Israel menyebutkan, korban adalah seorang mahasiswi berusia  25 tahun dan tinggal di permukiman Yahudi di al-Quds.

Saksi mata dari pihak kepolisian menyebutkan, korban tewas setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Selain mahasiswi tersebut, terdapat seorang korban lagi, yaitu pemuda Israel yang juga mengalami pendarahan, namun nyawanya masih bisa diselamatkan.

Menurut sumber dari pihak rumah sakit, pelaku penikaman mengalami gangguan jiwa. Dan akhirnya setelah kejadian berhasil diamankan oleh petugas kepolisian Israel.
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.