Setelah Senjata Kimia, Rakyat Suriah Kembali Dihujani Drum Berisi Bom Mematikan






Aksi militer Suriah kembali meningkat. Berdalih memerangi pemberontak di Daraa, selatan Suriah, pasukan pemerintah itu menghujani wilayah tersebut dengan sejumlah drum berisi bom, Selasa (11/4).
Pemboman itu dilakukan sehari setelah Gedung Putih berkata, penggunaan bom jenis itu mungkin menjurus pada tindak balas Amerika Serikat (AS).
Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) berkata, pertempuran di Daraa meletus kemarin ketika pemberontak menyerang kawasan yang dikuasai pemerintah di pusat kota
Dijelaskan, 16 pejuang pro-pemerintah termasuk seorang tentara berpangkat kolonel tewas.
Pentolan SOHR dan aktivis yang berpusat di Daraa, Ahmad al-Masalmeh berkata, jet tempur melakukan serangan di kota itu ketika helikopter menggugurkan sedikitnya delapan drum berisi bom.
Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer berkata kemarin, penggunaan bom drum yang berulang-kali digunakan militer Suriah sepanjang konflik enam tahun itu mungkin menjurus kepada tindak balas AS.
Pernyataannya dibuat beberapa hari setelah Washington menggempur dengan 59 rudal jelajah Tomahawk terhadap pangkalan udara Suriah, menyusul serangan senjata kimia yang diduga dilakukan pasukan pemerintah.
Sementara itu, seperti disiarkan Associated Press, Kementerian Pertahanan Rusia berkata, dua personil militernya tewas, seorang lagi cedera parah dalam seranganartileri di Suriah, tanpa merinci lokasi pastinya.(pjs)

Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.