Sempat Bereaksi Keras, China Akhirnya Tak Berkutik 17 Pelautnya Diproses Hukum Indonesia






Tertangkapnya 17 pelaut China memicu reaksi Beijing. Meskipun awalnya berkomentar pedas, pemerintah China akhirnya bisa mengerti dan menghormati tindakan hukum yang bakal diterapkan aparat  Indonesia.

"Pihak China berharap agar pihak Indonesia dapat mengambil langkah tegas dengan menjamin keselamatan, hak hukum, dan kepentingan warga China yang ditahan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, di laman resmi pemerintah setempat, Rabu.

Ia juga meminta aparat penegak hukum di Indonesia berkoordinasi dengan perusahaan Malaysia yang mempekerjakan para nelayan asal China tersebut.


Baca Juga:
India Ancam Siksa Dr Zakir Naik, Taliban Akan Ratakan New Delhi dengan Tanah

Menurut dia, Kedutaan Besar China di Indonesia terus berkomunikasi dengan pihak pemerintah Indonesia terkait hal tersebut.

Informasi awal yang diterima Geng bahwa kapal Chuan Hong 68 dijalankan oleh perusahaan asal Malaysia, Accenture Strategy Sdn Bhd.

Perusahaan tersebut, jelas dia, melakukan penelitian di lepas pantai yang lokasinya telah ditentukan sesuai kontrak kerja dengan para pelaut tersebut.

Pada Kamis (20/4) kapal Chuan Hong 68 kedapatan melakukan aktivitas ilegal, seperti eksplorasi bawah laut di perairan wilayah Kepri (Indonesia, red).

Sebanyak 20 awak kapal, 17 orang di antaranya berkewarganegaraan China telah ditahan oleh petugas patroli dari Badan Keamanan Laut RI.

Pemerintah Indonesia sering kali menindak tegas kapal-kapal dari China, Taiwan, Jepang, dan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah NKRI secara ilegal. (antara)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.