India Ancam Siksa Dr Zakir Naik, Taliban: “Satu helai saja rambutnya jatuh, New Delhi akan rata dengan tanah”






Taliban bereaksi keras atas ancaman India terhadap ulama kondang Dr Zakir Naik. Setelah ulama itu menyatakan niatnya untuk tidak kembali ke India guna menjalani penyelidikan dugaan terorisme.
Seperti dilansir Free Malaysia Today, awal pekan ini, Zakir Naik kembali menegaskan dirinya bersedia diperiksa atas tuduhan menyebarkan propaganda terorisme yang sedang diselidiki otoritas India, tetapi ia hanya mau jika dilakukan melalui telekonferensi.
“Saya takut disiksa,” katanya, pekan ini. “Saya sudah mengatakan (kepada otoritas) bahwa akan menjalani wawancara melalui Skype, telepon, ataupun konferensi video,” ujarnya.

Baca Juga:
Erdogan Restui Pengiriman Kapal Pembangkit Listrik Terbesar Dunia ke Sumatera


“Jika saya pulang, mereka akan menyiksa saya. Buat apa saya pulang?” tutur pria yang telah menjadi penduduk tetap Malaysia selama lima tahun terakhir itu.

Baca Juga:
Lama Jadi Buron, Iwan Bopeng Akhirnya Tertangkap 

Bahkan Zakir Naik mempersilakan pemerintah India mencarinya di Malaysia setelah mereka meminta bantuan Interpol terkait dengan investigasi terorisme terhadapnya.

Penyiksaan, menurut dia, kerap dilakukan aparat India terhadap umat muslim.
Zakir Naik saat ini masih menjadi buron otoritas India dalam kaitan dengan penyelidikan kasus terorisme. Organisasi yang dipimpin Zakir Naik, Islamic Research Foundation (IRF), menjadi fokus penyelidikan terkait dengan terorisme di India. Organisasi itu telah dilarang di India.
Baca Juga:
Sementara itu, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa ancaman itu merupakan bentuk penghinaan tehadap umat Islam di dunia.
“Kami tak akan membiarkan hal itu terjadi. Seandainya satu helai saja rambut Dr Zakir Naik jatuh akibat siksaan polisi India, maka kami tak menjamin New Delhi masih berdiri,” ujar Mujahid, seperti dilansir afp.

Baca Juga:
Andi Lala dan Istrinya Sedih Lihat Nasib Kinara
Seperti diketahui, Taliban baru saja mengguncang dunia dengan melakukan penyerangan terhadap sebuah pangkalan militer Afghanistan.
Akibat serangan itu, lebih dari 100 orang tewas dan terluka. Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters, setidaknya ada 140 tentara tewas dan banyak yang luka-luka. Pejabat lain mengatakan, jumlah korban tewas bisa lebih banyak lagi. (afp/reuters/malaysiantoday, tempo)

Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.