Di Balik Menangnya Erdogan: Sekulerisme Hancur, Ikhwanul Muslimin Berkibar, Islam Syariah Berjaya






Rakyat Turki menyambut gembira atas kemenangan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam referendum, di Istanbul, Turki, 16 April 2017. Pendukung Erdogan turun ke jalan menyambut kemenangan itu, termasuk sejumlah wanita yang mengibarkan bendera Turki.
Sebanyak 51,4 persen dari total suara menyatakan setuju pemerintahan Turki berganti menjadi presidensil absolut dan memilih Erdogan kembali menjadi Presiden Turki
Turki memang merayakan hasil referendum, sekaligus akan mengakhiri masa sekularisme. Di mana Mustapha Kemal Attaturk, yang selama ini dikenal sebagai Bapak modernisasi Turki, bisa saja dihapus.
Kemenangan itu juga memunculkan harapan, apakah Ikhwanul muslimin akan berkibar di Turki? Sementara Uni Eropa dan NATO amat permisif dengan hal ini?
Sebenarnya tanda tanda Turki akan bangkit sebagai negara Islam yang syariah sudah berada di pelupuk mata. Sementara sebagian besar negara Uni Eropa masih begitu kolot menganut paham sekulerisme.
Lantas, akankah keanggotaan Turki di Uni Eropa dan NATO masih bertahan? Atau Turki akan putar haluan melirik Rusia, Tiongkok dan Eurasia, termasuk Indonesia??
Akankah parlemen Uni Eropa akan mengungkit kisah genosida bangsa Armenia saat Ottoman berkuasa guna menjungkalkan Turki dari kancah politik mereka di benua biru?
Sebab sudah diketahui,parlemen Perancis sudah menetapkan Turki melakukan genosida terhadap Armenia saat kekaisaran Ottoman berkuasa.
Recep Tayyip Erdogan selangkah lagi akan bermetamorfosa menjadi next Vladimir Putin? Benarkan demikian? Masih akan terjawab seiring waktu dan kita berharap Turki tetap sebagai Turki yang aman dan damai.
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.