Curhat Lagunya Dijiplak, Musisi Israel Sebut Sandiaga Uno: “Extremist Moslem”






Perseteruan antara calon gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi yang diduga menjiplak milik penyanyi Israel masih terus berlangsung. Bahkan cenderung memanas. Meski sudah diklarifikasi, namun belum juga mampu meredam.
Pasalnya, akun Instagram sang musisi Israel bernama Gad Elbaz, yang mempopulerkan lagu Hashem Melech mengeluarkan kritik pedas untuk pasangan calon nomor tiga tersebut.
Dalam postingan di akun resminya pada Jumat (7/4/2017) malam, Gad Elbaz terlebih dahulu mengklarifikasi soal lagunya, Hashem Melech. Dikatakannya, lagu itu sudah ada sejak lama. ’’Saya mau mengatakan sesuatu yang penting tentang lagu ini yang keluar sejak lima tahun lalu pada 2013,’’ ujarnya seperti dikutip dari Instagram Gadelbaz.
Setelah itu, secara spesifik dia menyebutkan kegiatan politik yang sedang terjadi di Indonesia. Dia menyebut, untuk kegiatan politik itu digunakan lagu terbesar di komunitas Yahudi yang dinyanyikannya. ’’Politikus itu anti Israel, dan mereka adalah ekstrimis Muslim. Namanya, Sandiaga Uno,’’ imbuhnya.
Entah apa dasarnya Gad Elbaz menuding Sandi seperti itu. Dia tidak memberikan alasan terperinci di Instagramnya. Dia juga sempat menyinggung tuduhan dari tim Anies-Sandi yang menyebut bahwa justru lagunya yang menjiplak mereka. Gad Elbaz menegaskan, kalau lagunya sudah muncul sebelum musisi seperti Mark Anthony merilisnya.
’’Saya merilis lagu cover dari Chab Challed dan lagu ini menjadi yang terbesar di komunitas Yahudi di seluruh dunia,’’ tegasnya.
Di akhir postingannya, Gad Elbaz berterimakasih kepada Tuhan untuk terciptanya lagu itu. Dia juga berdoa agar seluruh ekstrimis yang ingin membunuh yang tidak seiman, akan dibalas oleh Tuhan. ’’Saya bahagia berada di sisi baik dari dunia ini,’’ tutupnya.
Jawaban Gad Elbaz itu untuk menampik pernyataan di website tim pemenangan Anies-Sandi di www.jakartamajubersama.com. Ada informasi yang tidak akurat dan disentil oleh Gad Elbaz. Dikatakan kalau lagu dari band Israel itu muncul pada Januari 2016, dan lagu Kobarkan Semangat Indonesia sudah muncul pada April 2014.
Jika dilihat pada postingan Gad Elbaz di akun YouTubenya, terlihat lagu itu kali pertama diunggahnya pada 27 Januari 2013. Pada awal 2016, dia kembali merilis lagu itu kembali dengan judul Hashem Meleh 2.0. Jika didengarkan, lagu yang diunggah Gad Elbaz pada 2013 dan 2016 pada intinya adalah sama. Perbedaan ada pada digunakan alat musik sebagai pengiring, dan Nissim sebagai rapper.
Di lagu Hasem Meleh versi 2.0, Gad Elbaz juga memasukkan lirik dalam bahasa Inggris. Tidak didominasi bahasa Ibrani seperti pada lagu pertamanya. Chab Challed selaku pemilik lagu orisinal tidak pernah mempermasalahkan instrumennya dipake untuk Hashem Meleh. Entah, apakah itu berarti Chab Challed sudah memberi restu agar instrumennya dipakai untuk lagu rohani orang Yahudi.
Yang jelas, soal izin itu yang membuat Gad Elbaz akhirnya mengkritik keluarnya lagu Korbankan Semangat Indonesia. Nah, apakah tim Anies-Sandi sudah meminta izin juga ke Chab Challed? Hingga kini pertanyaan itu belum terjawab. Sebab, Wakil Ketua Tim Media Anies Sandiaga Naufal Firman Yursak menegaskan lagu tersebut tidak menjiplak Gad Elbaz.

“Tidak mungkin lagu Semangat Indonesia menjiplak lagu band Israel, karena lagu Kobarkan Semangat Indonesia diterbitkan lebih dulu yaitu pada April 2014 sedangkan lagu band Israel baru diterbitkan Januari 2016,” ujar Naufal seperti dilansir JawaPos.com, Jumat (7/4). Menurutnya, lagu Kobarkan Semangat Indonesia lebih mirip dengan lagu berjudul C’est La Vie yang artinya Inilah Hidup yang dinyanyikan oleh Cheb Khaled. (jawapos)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.