China Luncurkan Kapal Induk, TNI Kerahkan Mesin Perang ke Natuna






China semakin agresif membangun kekuatan tempurnya. Baru-baru ini, mereka telah meluncurkan kapal induk baru. Ini adalah kapal induk kedua di negara itu, setelah Liaoning, dan yang pertama dibuat di dalam negeri.

Baca Juga:
Habib Rizieq Diundang Umroh Raja Salman, Pendukung Ahok Stres Berat

Kapal itu telah meluncur ke perairan di pelabuhan Dalian, timur laut, kata media pemerintah. Kabarnya, kapal induk itu akan mulai beroperasi pada 2020 mendatang seperti dinukil dari BBC, Kamis (27/4/2017).
Baca Juga:
Keji! Intelijen Taiwan Ungkap Kelicikan China Jatuhkan Panglima TNI

Peluncurkan kapal induk terbaru China ini terjadi di tengah retorika yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut), serta ketegangan yang terus berlanjut di Laut China Selatan. Di mana Indonesia juga memiliki kepentingan.

Sementara itu, Indonesia juga meningkatkan kewaspadaan atas memanasnya situasi regional.
Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) TNI Angkatan Laut menggelar latihan ‎perang terbesar di Laut Natuna, Kepulauan Riau pada 25-30 April 2017. 
    
Panglima Koarmabar Laksda Aan Kurnia menjelaskan, latihan perang yang diberi nama Latihan Siaga Tempur Koarmabar 2017 itu untuk menguji kemampuan tempur sistem senjata jajaran Koarmabar dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). 

Latihan ini dikatakannya juga untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Koarmabar, baik yang berada di kapal perang (KRI), pangkalan Angkatan Laut (lanal), maupun pangkalan utama Angkatan Laut (lantamal). 
Baca Juga:
India Ancam Siksa Dr Zakir Naik, Taiban: Satu helai saja rambutnya jatuh, New Delhi rata dengan tanah"

"Dengan latihan ini para prajurit dapat melaksanakan tugas utamanya serta dapat meningkatkan kerja sama taktis antar unsur-unsur Koarmabar dalam melaksanakan aksi tempur Iaut," tutur Aan saat membuka Geladi Tugas Tempur Tingkat III/L-3 Terpadu 2017 atihan Geladi Tugas di Mako Koarmabar, Jakarta Pusat, Selasa 25 April 2017. 

Aan mengakui, latihan ini merupakan yang terbesar karena melibatkan sejumlah kapal perang jenis perusak kawal rudal (PKR), delapan kapal perang jenis kapal cepat rudal (KCR). dua kapal perang jenis penyapu ranjau (PR), sembilan kapal perang jenis patrol combat (PC).

Selain itu, kapal parang jenis angkut tank type frosch (ATF), kapal perang jenis landing platform dock (LPD), kemudian kapal tunda (TD) serta pesawat udara jenis Cassa, KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Subolga-536, KRI Diponegoro-365, KRI Kapitan Pattlmura-371, KRI Sutedi Senoputra-378.

"Ini latihan besar-besaran. Jadi ada 20 kapal perang (KRI), ada empat pesawat udara, dan 1.000 personel dilibatkan dalam latihan ini, termasuk alutsista tercanggih," ucapnya. 

Kepala Dinas Penerangan Koarmabar Letkol Budi Amin menjelaskan, latihan ini melibatkan seluruh prajurit yang ada di Lantamal I hingga Lantamal XII di bawah Koarmabar.

"Ini untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan prajurit yang ada di kapal, pesawat dan pangkalan-pangkalan," tuturnya. (sindo)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.