Andi Lala dan Istrinya Menangis Lihat Nasib Kinara: “Kasihan dia, kalau bole biar kami yang merawat”






Andi Lala dan istrinya, Reni Safitri, merasa sedih memikirkan nasib malang Kinara, bayi empat tahun, yang kini hidup yatim-piatu.
"Sedih. Saya bersyukur Kinara masih hidup. Si kecil itu kan nggak tahu apa-apa. Usia lima tahun, pas masih pada lucu-lucunya dia itu. Kasian sekali sama dia. Lekas sembuh yah Kinara. Jadi orang yang pintar, anak yang soleh dan berbakti," ujar Reni dengan suara terisak.
Reni tertunduk sebentar, ketika disinggung mengenai Kinara, bocah usia empat tahun, yang kedua orangtuanya beserta dua saudara kandung dan neneknya meninggal, dibantai Andi Lala, pada Minggu (9/4/2017) lalu.
Ia kemudian menutup wajahnya dan sesekali mengusap matanya. Reni berbicara terbata-bata dan menangis sesenggukan.
Peristiwa pembunuhan yang sadis ini menewaskan satu keluarga. Terjadi lebih dua minggu berlalu. Andi Lala membantai lima orang dalam satu keluarga, yakni pasangan suami istri Riyanto (40) - Sri Aryani (35); dua anak mereka, Syifa Fadilla Inaya (13) dan Gilang Dwi Laksono (8), serta Sumarni (60), ibu Sri atau mertua Riyanto. Isri Andi masih kerabat dengan Sri.
Tempat kejadian di rumah Riyanto, di Jalan Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.
Reni sebenarnya tidak terkait kasus yang menimpa Kinara dan keluarga. Ia masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Sri Aryani (35), ibunda Kinara.
Menurut seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, karena rasa bersalahnya ini, Reni sempat ingin merawat Kinara seandainya ia dibebaskan oleh pihak kepolisian.
Namun Reni turut dijerat penyidik Polda Sumut atas peristiwa pembunuhan terhadap Suherman yang dilakukan Andi Lala, Juli 2015.
Polisi menduga Reni terlibat atas kasus pembunuhan Suherman, laki-laki selingkuhannya, yang adalah kawan lama Andi Lala.
Baca Juga:
Namun Andi marah dan dendam karena kedapatan Suherman terlibat cinta terselubung dengan istrinya. Reni sendiri telah mengakui hubungan gelap tersebut, dan telah melakukan hubungan badan sebanyak tujuh kali.
Terkait kasus yang menjeratnya, Reni tidak berkomentar banyak. Ia hanya menjawab singkat pertanyaan Tribun-Medan.com, "iya" dan "tidak".
Namun dia sempat bercerita, sering kali terpikir akan Suherman, yang dibunuh suaminya dua tahun silam.
Namun demikian, dia menepis pikirannya dengan mendoakan Suherman.
"Saya salat, saya doakan dia," ujar Reni. (qq/foto: tribun)

Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.