Tampil Memukau di Langkawi, Malaysia Ingin ‘Naturalisasi’ Pilot Akrobat TNI AU




Penampilan memukau tim Aerobatik Indonesia 'Jupiter Aerobatic Team (JAT)' pada ajang Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition 2017 (LIMA’17) mengundang decak kagum dari berbagai pihak.
Pujian pun berdatangan. Salah satunya oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Malaysia Dato Seri Hisyamuddin Tun Husein. Ia mengaku bangga dengan kehadiran tim aerobatic kebanggaan Indonesia itu.
“Kami sangat bangga bisa bertemu dan menyaksikan aksi JAT kembali pada LIMA 2017,” katanya, saat mengunjungi markas JAT di kawasan Mashuri International Exhibition Centre Langkawi Malaysia, 24/3/2017.
Dalam kunjungan itu, Menhan Dato Seri Hisyamuddin Tun Husein yang didampingi beberapa staf kementerian pertahanan Malaysia, serta Panglima Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) diterima mission commander JAT Marsekal Pertama TNI Novan Samyoga dan para penerbang JAT.
dalam event itu, aksi tim JAT memang terlihat begitu memukau. “Leader” JAT Letkol Pnb. HM. Kisha “Razor” mengemukakan dalam kegiatan tersebut tim aerobatik TNI AU, menampilkan setidaknya 13 manuver.
Bahkan, tim JAT bersama dengan tim aerobatic asal Korsel ‘Black Eagle’ tampil tandem. Mereka menari-nari di langit Malaysia. Aksi itu merupakan satu-satunya aksi, yang dilakukan oleh dua negara yang berbeda.
Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Panglima Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), Jenderal Dato’ Seri Affendi Bin Buang juga menyampaikan apresiasinya.
Menurutnya, Indonesia patut berbangga dengan skill pilot yang dimiliki. Bahkan secara berkelakar, Jenderal yang mulai bertugas sejak Desember 2016 itu ingin sekali menaturalisasi para pilot TNI AU itu, untuk membangun angkatan udara Malaysia.

“Tapi tak mungkin lah, Indonesia pasti tak akan mau melepas pilot-pilot terbaiknya,” kata Jenderal Affendi,” seperti dikutip radaribukota.com dari kantor berita Bernama. (afp)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.