Sebut Kabar Hoax, Menhan Malaysia: “Rudal kami terlalu mahal hanya untuk kepala Wirathu!”




Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin Tun Hussein melakukan klarifikasi atas informasi liar yang beredar di media sosial.

Ia mengatakan tidak benar bahwa militer Malaysia akan mengambil langkah kekerasan jika biksu radikal asal Myanmar menyerang Aceh.

Dilansir radaribukota.com dari Al Jazeera, Hishamuddin mengatakan bahwa, meskipun Malaysia memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia, khususnya Nangroe Aceh Darussalam, namun menyerang seorang biksu radikal dengan rudal merupakan langkah keliru dan sia-sia.


“Menghambur-hamburkan rudal seharga US $500.000 per unit hanya untuk seorang biksu yang tak berguna merupakan tindakan sia-sia. Bahkan harga kepala Wirathu pun tak semahal itu,” jelas Hishamuddin, Jumat (24/3), di ruang kerjanya, Jalan Padang Tembak, Kuala Lumpur, Malaysia.

”Kami tahu, Malaysia dan Indonesia itu seperti saudara kandung. Terlebih dengan Aceh. Membantu pengungsi Rohingya dan membuat kehidupan mereka menjadi lebih manusiawi itu jauh lebih berarti. Wirathu akan musnah dengan dosanya sendiri,” terang sang datuk.

Seperti diketahui, isu ini mencuat lantaran sikap Biksu Wirathu dari Myanmar yang memprotes keras atas hukuman cambuk yang menimpa penganut Budha di Aceh.

Dari informasi yang beredar, Biksu yang sangat membenci Islam ini berencana akan menyerang Aceh atas perlakuan yang dilakukan terhadap penganut Budha itu. Namun kabar ini belum terbukti sama sekali. (aljz)


Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.