Saksikan Hukum Cambuk di Aceh, Turis Malaysia Sebut Biksu Wirathu 'Pengecut'




Rakyat dari negeri jiran Malaysia menyaksikan pelaksanaan langsung hukuman cambuk di Kota Banda Aceh.
Berjumlah hampir seratusan, mereka sengaja meluangkan waktu untuk datang menuju Mesjid Lamteh. 
Tujuannya melihat langsung prosesi hukuman cambuk tersebut. Dan melihat sejauh mana efek hukuman itu. Mengingat beberapa waktu yang lalu, hukuman cambuk itu menjadi kontroversi. 
Dimana ada dua orang penganut Budha yang dihukum cambuk. Dan memicu reaksi keras dari Biksu radikal asal Myanmar, Ashin Wirathu.
Kebetulan mayoritas yang dihukum adalah kaum perempuan. Senator Kerajaan Malaysia mewakili Negeri Kelantan, Dato Dr Johari Bin Mat mengaku sangat respek terhadap penerapan hukuman cambuk di Aceh.
Ia berharap pelaksaan syariat Islam di Aceh bisa terus dilaksanakan.
“Ini baru pertama kali saya menyaksikan langsung hukum cambuk di Aceh. Selama ini hanya melihat melalui video yang dibawa oleh kawan ketika ia berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu,” ujar Dato Dr Johari Bin Mat, Senin (20/3/2017).
Menurutnya, hukum cambuk di Aceh sebagaimana yang telah ia saksikan bukan untuk menyakiti terhukum.
Akan tetapi, ia menilai hukum cambuk ini agar pelaku insaf dan bertaubat atas kesalahan yang telah diperbuat.
“Menurut saya, sebutannya bukan untuk menyakitkan, tetapi untuk menginsafkan, semoga kita melihat juga insaf dan orang yang menerima dapat keinsafan dan keampunan dari Allah,” katanya.
Sebanyak 12 pelanggar Qanun Syariat Islam tentang maisir (judi) dan ikhtilat (bermesraan bukan muhrim) dihukum cambuk di halaman Masjid Mukminin Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.
Empat orang di antaranya pelaku maisir, dan delapan lainnya pelaku ikhtilat.
Mereka dinilai telah melanggar Qanun Syariat Islam pasal 18 Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayah.
Adapun terpidana maisir yang mendapatkan hukuman cambuk, yakni ES (34), JHPT (26), MA (31) dan RH (28), dengan hukuman sebanyak tujuh kali cambuk setelah dikurangi masa tahanan.
Sedangkan terpidana ikhtilat yaitu MN (30), MR (45), MK (24), CA (20), MF (23), SZ (22), IL (21), NR (43) dihukum sebanyak 20 sampai 25 kali cambuk dan juga telah dikurangi masa tahanan dua sampai tiga kali.
Menyaksikan hukuman cambuk itu, salah seorang turis asal Malaysia mengaku terharu. Bagaimana penganut Islam menjalankan hukuman itu dengan tanpa paksaan, dan menyebut tuduhan tak berdasar Biksu Wirathu sebagai seorang pengecut. (sumber)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.