Pantas Indonesia Diserbu Sabu dari China




Ada penyebab khusus kenapa Indonesia menjadi sasaran utama pemasaran narkoba di wilayah Asia Tenggara. Ya, karena harga jual narkoba di Indonesia sangat tinggi. 
Kepala Subdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN Kombes Ricky Yanuarfi mencontohkan, narkoba jenis sabu-sabu di Cina, harganya cukup murah mencapai Rp 2 juta per kilogram, sedangkan di Indonesia hampir Rp 2 miliar per kilogram.
"Ini merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi bandar narkoba tersebut," kata Ricky, seperti dikutip radaribukota.com dari Antara, kemarin.
Dari Medan, Sekjen DPP Gerakan Anti Narkotika Sekjen DPP Gerakan Anti Narkotika (GAN) Zulkarnain Nasution mengatakan, jumlah pemakai narkoba di Indonesia sudah tingkat membahayakan.
"Permintaan narkoba cukup tinggi dan juga paling mudah memasukkan barang haram tersebut ke Indonesia, hanya melalui pelabuhan tikus atau pelabuhan yang tidak resmi," katanya
Indonesia, menurutnya, selama ini dijadikan tempat yang sangat strategis bagi peredaran narkoba oleh sindikat internasional dari berbagai negara di dunia.
Ia menyebutkan, hukum di Indonesia masih lemah dalam menghadapi bandar narkoba, dan juga Kesadaran masyarakat melaporkan peredaran narkoba masih rendah. "Hal tersebut, perlu dilakukan evaluasi dan mendapat perhatian oleh pemerintah, kalau tidak ingin Indonesia tetap menjadi negara yang dijadikan ajang bisnis narkoba," ucapnya.

Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.