Kapal Induk AS Nyaris Dirudal Kapal Patroli Iran di Selat Hormuz




Pemerintah Iran bersitegang dengan Amerika Serikat. Kejadian bermula ketika kapal perang kedua negara, saling berhadapan, bahkan nyaris baku tembak di mulut Selat Hormuz, Sabtu 25/3/2017.
Dikutip radaribukota.com dari kantor berita Iran, IRNA, Komandan Angkatan Laut AS merasa terganggu dengan manuver berbahaya kapal perang Iran.
Lebih lanjut dijelaskan, kapal perang itu diperingati melalui sambungan radio berkali-kali. Namun tetap bermanuver dan hampir saja terjadi kesalahpahaman yang bisa memicu konflik bersenjata.
Awak kapal induk George H.W. Bush yang bertugas mengungkapkan, bahwa system radar pada kapal terus berbunyi menandakan bahwa kapal sedang menjadi target dua kapal serang cepat Iran.
Hal itu merupakan pertama kali kapal induk AS mendapat ancaman nyata. Karena dianggap secara sembarangan memasuki jalur pelayaran yang sempit yang dilewati lebih dari 30 persen ekspor minyak dunia.
Iran memang menganggap AS sebagai seteru abadi. Apalagi sejak Presiden Donald Trump menjabat pada Januari.
Di Teheran, Kepala Deputi Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri menyampaikan AS bertanggung jawab atas konfrontasi di wilayah Teluk.
“Kami menekankan Amerika harus bertanggung jawab atas kegelisahan di Teluk Persia dan kembali kami peringatkan militer AS harus mengubah kebiasaannya,” ujar Jazayeri tanpa menberikan rincian lebih lanjut.
Sementara itu pimpinan militer AS mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada hari Selasa. Di mana kapal induk bernomor lambung CVN-77 sempat mengirimkan helikopter tempur untuk terbang di atas kapal-kapal Iran yang hendak menghantam kapal induknya dengan rudal.
Syukurnya, kejadian itu berakhir tanpa baku tembak.
Namun peristiwa itu menegaskan tumbuhnya ketegangan antara AS dan Iran usai terpilihnya Trump sebagai Presiden AS.


Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.