Jejak Kaki Raksasa Muncul di Pantai Selatan Aceh. Netizen Geger!





Sebuah foto yang menampilkan jejak kaki raksasa membuat heboh netizen. Foto tersebut menjadi bahan pembicaraan di grup aplikasi WhatsApp, dan menjadi viral.

Netizen mempertanyakan tentang kemungkinan besar makhluk yang memiliki jejak kaki sebesar itu. Mengingat, ukurannya bisa 10 atau 20 kali lipat dari ukuran manusia normal.

Dari pesan berantai itu, foto jejak kaki raksasa itu disebut berada di pantai selatan Aceh. Masyarakat menghubung-hubungkan kemunculan makhluk raksasa itu, dengan fenomena alam yang saat ini terjadi.

Seperti diketahui, berdasarkan mitos, memang terdapat jejak kaki raksasa di Kota Tapaktuan di Aceh. Dan kota Tapaktuan sendiri berada di pantai selatan Aceh.

Ada sebuah  legenda di sana. Di mana diceritakan bahwa ada naga yang bertarung dengan raksasa.
Jejak kaki itu membekas pada sebuah batu karang yang menghadap lautan lepas. Berada di kota Tapaktuan yang terletak sekitar 440 kilometer dari ibukota provinsi Aceh.

Legenda lokal menyebutkan kalau itulah tapak kaki Tuan Tapa, tokoh dalam cerita legenda Aceh Selatan. Legenda Tapak Tuan menjadi cerita rakyat turun temurun dan dipercaya masyarakat di sana.

Dulu di sana hidup seorang pertapa sakti bertubuh raksasa yang sangat taat kepada Allah. Syech Tuan Tapa, namanya.



Suatu hari, ada dua naga dari negeri China menemukan seorang bayi terapung di tengah laut. Mereka kemudian menyelamatkan bayi itu dan merawatnya hingga tumbuh dewasa.

Beberapa tahun kemudian, kedua orangtua bayi yang menjadi Raja dan permaisuri di Kerajaan Asralanoka mengetahui keberadaan putri mereka. Raja meminta kembali buah hatinya pada kedua naga. Permintaan itu ditolak. Tanpa pikir panjang, raja membawa lari putrinya naik ke dalam kapal.

Kemnudian kedua naga marah dan mengejar raja hingga terjadi pertempuran di tengah laut. Hal itu menyebabkan persemedian Tuan Tapa terusik. Tuan Tapa lalu keluar dari gunung tempat ia bertapa dan melangkah ke sebuah gunung.

Saat berdiri di puncak gunung, Tuan Tapa hendak melontarkan tubuh ke arena pertempuran. Konon jejak kaki saat dia berdiri itulah yang membekas dan masih dapat dilihat kini.

Singkat cerita, pertarungan itu dimenangkan oleh Tuan Tapa. Sang putri pun kembali ke pelukan raja dan permaisuri. Tapi keduanya tidak kembali lagi ke kerajaan dan memilih menetap di Aceh.


Tak lama berselang setelah kejadian itu, Syech Tuan Tapa menghilang di sebuah lokasi. Oleh masyarakat Tapaktuan, lokasi tersebut diyakini sebagai makam Tuan Tapa. Letaknya di depan Masjid Tuo di Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan. 
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.