Biksu Wirathu Dilarang Ceramah Setahun, Diusulkan Penjara dan Dimiskinkan!





Karena sikap kontroversialnya, Biksu Myanmar, Ashin Wirathu, dilarang untuk memberi ceramah selama setahun.

Larangan ini diberlakukan oleh majelis Budha tertinggi di Myanmar terhadap Wirathu, yang kerap memberikan ceramah kebencian yang memicu ketegangan antar umat beragama di negara tersebut. 

Seperti dikutip dari Al-Jazeera pada Jumat (17/3/2017), digelar rapat khusus oleh para tetua biksu Myanmar dalam Komisi Nasional Sangha Maha Nayaka pada Jumat (10/3) waktu setempat, memutuskan untuk melarang seluruh ceramah Wirathu.

Komisi Nasional Sangha Maha Nayaka merupakan badan majelis tertinggi untuk para biksu Buddha di Myanmar. Komisi ini bertugas mengawasi dan mengatur para Sangha (biksu) di Myanmar. Para anggota Sangha Maha Nayaka ditunjuk oleh pemerintah Myanmar.

"Karena dia berulang kali menyampaikan ceramah kebencian terhadap agama tertentu, hingga memicu perselisihan komunitas dan menghalangi upaya penegakan hukum," tegas komisi tersebut dalam pernyataannya. 

"Dia dilarang memberikan ceramah di seluruh Myanmar selama satu tahun, terhitung sejak 10 Maret 2017 hingga 9 Maret 2018," demikian disampaikan.

Jika Wirathu melanggar larangan yang diberlakukan Sangha Maha Nayaka itu, maka akan ada tindakan tegas terhadapnya. "Tindakan sesuai hukum yang berlaku," sebut komisi tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dalam rapat khusus itu, sempat muncul saran agar biksu terror itu dipenjara. Bahkan dimiskinkan agar ia lemah secara finansial.


Seperti diketahui, Wirathu yang pernah dijuluki 'wajah teror Buddha' oleh majalah ternama TIME ini, pernah menyerukan pembatasan bagi populasi muslim di Myanmar. Dalam ceramahnya, dia berkoar-koar bahwa Islam akan mengambil alih Myanmar dari warga Buddha. (aljazeera)



Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.