Beli Drone, Helikopter, Kapal Perang, dan Rudal Brahmos, Duterte Ingin Filipina Jadi 'Monster' di Asia





Presiden Filipina Rodrigo Duterte begitu berambisi memperkuat pertahanan negaranya. Ingin menjadi yang terkuat di Asia dan lepas dari bayang-bayang Amerika Serikat, Duterte telah menyatakan minatnya untuk memborong sejumlah helikopter, kapal cepat, drone dan persenjataan Rusia. Termasuk rudal jarak jauh yang canggih.

Dilansir radaribukota.com dari Sputnik, Wakil Direktur Layanan Federal untuk Kerjasama Teknis Militer (FSMTC) Rusia, menyatakan ketertarikan Filipina untuk belanja senjata dengan skala besar, pada hari Rabu (29/3)

“Para mitra menyatakan minat untuk peralatan militer Rusia, termasuk peralatan helikopter, kapal cepat, pesawat tak berawak dan persenjataan lainnya” kata Mikhail Petukhov.
Mikhail Petukhov menekankan bahwa Rusia siap untuk melakukan pembicaraan yang konstruktif dan kerjasama yang saling menguntungkan dengan Filipina. “Namun kami belum menerima permintaan resmi untuk persediaan produk pertahanan dari Filipina”, kata Petukhov.
Meskipun Rusia dan Filipina belum menyimpulkan kontrak kerjasama teknis militer untuk saat ini, namun Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyuarakan kemungkinan menghentikan kerjasama teknis dan militer dengan Amerika Serikat. Ia hanya mendukung kerjasama dengan Rusia sebagai gantinya.
Sementara itu, juru bicara BrahMos Aerospace, pada pameran pertahanan dan keamanan di Thailand menyebutkan bahwa Filipina termasuk di antara negara-negara yang telah menyatakan minatnya untuk membeli rudal jelajah supersonik jarak jauh BrahMos.

Jika pembelian ini terwujud, maka Filipina diprediksi akan menjadi monster baru. Tidak hanya di Assia Tenggara, tapi di benua Asia pada umumnya.
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.