Alhamdulillah. Sebut Wirathu Iblis yang Sesat, Dua Biksu Ini Tobat dan Masuk Islam




Seorang biksu di Thailand mendapat hidayah dari Allah swt. Setelah yakin dengan nuraninya, biksu tersebut mengucapkan kalimat Syahadat.
Masih menggunakan jubbah lengkap, sang biksu mengucapkan dua kalimat Syahadat dengan bimbingan oleh seorang Ustadz.
“Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan maknanya dalam bahasa Thailand.
Dikutip radaribukota.com dari berbagai sumber, sang biksu merupakan Ketua Besar Sami Ya’la di Thailand. Ia menjelaskan alasannya mengapa akhirnya memeluk agama Islam.
Ia begitu yakin karena telah mengkaji Islam, dan menemukan kehebatan Al-Qur’an.
Alhamdulillah..Kemarin ketua besar sami ya’la thailand mengucapkan syahadat setelah mengkaji islam. Dia mengakui kehebatan alquran dan akhirnya masuk islam” demikian ucap Alam Syah yang menjadi saksi dalam peristiwa itu.

Sementara itu, seorang biksu Buddha yang berasal dari Taiwan juga memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Ia meyakini islam sebagai satu-satunya kebenaran yang diyakininya setelah mempelajari semua agama selama hampir 30 tahun.

Biksu berusia 66 tahun tersebut telah menjadi biksu selama 28 tahun, hingga kemudian ia memulai perjalanan mencari kebenaran dan akhirnya menemukan Islam sebagai agama yang sempurna dan indah.



Ia juga tidak setuju atas tindakan segelintir biksu yang melakukan pembunuhan terhadap umat islam. Seperti yang dilakukan biksu asal Myanmar, Wirathu. Sang biksu menyebut aksi Wirathu itu sebagai perbuatan iblis yang sesat.

Seperti dilansir Muslim Council, mantan biksu tersebut menyatakan syahadatnya di sebuah Masjid China Malaka Malaysia dan disaksikan oleh ketua Asosiasi Muslim Cina Malaysia, Lim Soon Jooi.

"Sebagai seorang bhikkhu, ia telah belajar banyak tentang agama-agama di dunia. Selama waktu itu, ia menemukan hanya Islam yang menjadi agama yang paling lengkap dan mencakup semua aspek kehidupan," ujar Jooi.



Lebih lanjut Jooi mengatakan akan membimbingnya agar lebih mendalami tentang agama yang penuh berkah ini.

"Tugas utama kami adalah membimbingnya agar dia tahu Islam lebih mendalam. Pertama, kami mengajarinya dalam bahasa Mandarin, karena ia tidak fasih berbahasa Melayu atau bahasa Inggris. Dan ini membutuhkan kesabaran yang kebih," pungkasnya.

Proses pensyahadatan ini juga disaksikan oleh Datuk Yaakob Md Amin sebagai ketua Masjid Malaka, dan Datuk Dr. Mohadis Yasin, yang menjabat sebagai Mufti Malaka.

Sebelum datang ke Malaka, biarawan tersebut pernah tinggal di Johor selama tiga minggu.

Staf Madjid Malaka Tam Sri Abdul Rahim Tamby mengatakan, sebelum masuk Islam sang biksu terlebih dulu dikenalkan dasar dalam Islam yang wajib diketahuinya.

"Ketika ia bertemu saya, saya menjelaskan bagaimana logika, ilmu pengetahuan, argumen dapat dikaitkan dengan Sang Pencipta," ujar Abdul. (bbs)
Silahkan KLIK LIKE :




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.