Upsss.. Politikus PDIP yang Sebut Panglima TNI Lebay Ternyata...





Komentar politikus PDIP, Charles Honoris sangat melukai rakyat yang tidak ingin harga dirinya diinjak-injak. Politikus ini bukannya membela dasar negara yang telah dihina, tetapi malah mencurigai Panglima TNI sedang menebar pencitraan.

"Rencana pemutusan kerjasama dengan Australia oleh TNI dapat mengganggu hubungan baik antara kedua negara. Pemerintah tidak boleh emosional dan harus kedepankan rasionalitas," pintanya.

Sebagai negera tetangga, Charles mengingatkan, Australia adalah mitra strategis bagi Indonesia. Khususnya dalam bidang perdagangan dan pemberantasan terorisme.

"Agak lucu kalau kelakuan oknum serdadu dijadikan alasan untuk memutuskan kerjasama pertahanan. Saya harap Panglima TNI jangan lebay dan jadikan isu ini untuk pencitraan saja," pungkas Charles.

Pada laman Suryo Prabowo, seorang netizen memposting foto keakraban Charles dengan Cagub DKI, Ahok. Beberapa netizen langsung menarik kesimpulannya masing-masing.

BACA JUGA : Militer Australia Lecehkan Pancasila, Politikus PDIP : Panglima TNI Nggak Usah Lebay



Ulama Dukung Panglima TNI

Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan kebijakan ulama yang dengan tegas mendukung penuh keputusan Jenderal Gatot.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan mendukung langkah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang memutuskan menghentikan kerja sama dengan Australian Defence Force (ADF).

Sebagai warga negara, ulama pun tidak terima jika Indonesia tercinta dilecehkan asing.

Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Achef Noor Mubaraq mengatakan bahwa Panglima TNI lebih tahu langkah yang harus dilakukan ketika ada sebuah permasalahan, khususnya dengan negara lain.

Maka dari itu dirinya mendukung apa yang menjadi keputusan Jenderal Gatot Nurmantyo. “Sebagai Panglima, beliau lebih tahu permasalahannya, begitu juga dengan solusinya,” ungkapnya saat dihubungi Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group) kemarin (6/1).

Terkait adanya pelecehan terhadap Pancasila oleh tentara Australia, masyarakat Indonesia pun, menurut KH Achef, tidak akan terima. Karena Pancasila punya makna yang dalam bagi bangsa ini. “Itu namanya penghinaan kepada bangsa Indonesia,” terangnya.

Dijelaskan KH Achef, kerja sama antara TNI dengan militer Australia juga perlu dikaji manfaatnya untuk bangsa Indonesia.

Jika memang tidak begitu dibutuhkan, tidak ada alasan untuk tetap melakukan kerja sama. “Namanya kerja sama ya harus saling memberikan manfaat satu sama lain,” tuturnya.

Sepertinya hanya Charles Honoris yang tidak merasa terhina saat Pancasila di lecehkan sedemikian buruknya. (jpnn)
Silahkan KLIK LIKE :




1 komentar:

  1. Jadi kelompok mana sebetulnya yg benar2 membela NKRI itu.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.