Desa-desa Rohingya Ditembaki Heli Tempur, Tak Ada Yang Tersisa




Pemerintah Myanmar mengakui memberondong desa-desa kaum Muslim Rohingya dari helikopter tempur, dan tak membiarkan satu hewan pun hidup.

Disebutkan, mereka yang terbunuh itu bersenjatakan golok batang kayu.

Hari Sabtu, tentara mengerahkan helikopter tempur dan menembaki desa-desa di negara bagian Rakhine.

Serangan itu merupakan 'operasi pembersihan' yang menyasar kaum militan bersenjata, kata tentara.

Gambar dan video di media sosial menunjukkan, korban tewas itu termasuk juga perempuan dan anak-anak.

Desa-desa hangus


Media pemerintah berdalih, pengerahan helikopter tempur dilakukan setelah dua tentara dan enam penyerang tewas dalam bentrokan dalam penyergapan terhadap tentara.

Beberapa laporan menyebutkan terbakarnya sejumlah desa di kawasan Rakhine.

Foto yang dirilis oleh Human Rights Watch tampaknya menunjukkan desa-desa yang hangus, dan menurut kelompok hak asasi itu setidaknya 430 bangunan terbakar.

Foto-foto satelit itu diambil antara 22 Oktober dan 10 November, menyusul laporan terjadinya pertempuran dan mengungsinya warga sipil bulan lalu.

Para aktivis Rohingya mengatakan pemerintah berusaha secara sistematis untuk mengusir minoritas Muslim dari desa-desa mereka.

Menyerang Rohingya adalah langkah populer untuk militer, lapor wartawan BBC Jonah Fisher dari kota terbesar Myanmar, Yangon.

Itu karena kaum Rohingya tidak disukai oleh banyak orang Burma yang menganggap mereka imigran ilegal dari Bangladesh, katanya pula. (bbc)
Silahkan KLIK LIKE :




1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.